Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Recent Comments

Advertise

Menu

Blogger templates

bintang


aa

Jumat, 18 Januari 2013

Iqtishodi-The Last but not the Least


Iqti bukanlah sebuah tempat pelarian
Dan bukanlah tempat untuk ditinggalkan
Iqti ga butuh rasa kasihan
Iqti butuh orang yang bekerja ikhlas di dalamnya
Iqti bukanlah sebuah tempat persinggahan yang bisa didatangi kapanpun kalian merasa lelah, dan meninggalkannya ketika energy telah terisi kembali
Tapi iqti ga pernah menolak untuk diperlakukan seperti itu
Karena iqti berisi orang yang selalu berusaha ikhlas

Terlalu banyak pelajaran yang iqti kasih ke aku. Yang paling parah adalah, merubah aku dari yang sangat realistis, menjadi tidak realistis. hehehe

Ini adalah beberapa momen yang terjadi selama kepengurusan IQTI

 Perkenalkan ini adalah BPH dan KaDepBir, tapi tanpa ka Desi Ayu (Bendahara) dan Ka Vina






10 Maret 2012, Pra Muker ke UPI


31 Maret-1Juni 2012, Muker di WAMY, Setu Babakan

Pejuang LC yg IDEAL, tapi ga ada Ozi



Ini adalah proker besar pertama yg kita lakukan, GEMAS (Gema Syiar) 4 Mei 2012


Jalan-jalan ke Kawah Putih, Bandung 17 Mei 2012
Ada cerita yg agak lucu nih. Perjalanan ke sana dari jam 10 sampai disana jam 4, sedangkan tempat itu tutup jam 5. Jadi kita disana Cuma 1 jam, tapi seru sih. Disana kita Cuma foto-foto deh. Yang bikin seru adalah waktu diperjalanan. Kita banyak ngobrol jadi bisa lebih dekat satu sama lain. :D

Ini LC waktu di Kawah Putih dengan gaya kita yg khas



16-17 Juni 2012, Upgrading Iqti di Vila Putih, Bogor
Ini Upgrading pertama dan terakhir selama kepengurusan Iqti 2012/2013. Sayang banget ya, padahal pas upgrading kita bisa lebih dekat dan lebih paham apa yg terjadi di Iqti dan masing-masing iqtiers nya. Tapi karena ga nemu waktu yg pas dan belum lagi kakak-kakaknya pada sibuk, jadi ga pernah sempet lagi deh.

Oya, kita ga cuma di Villa lho, kita ke Curug 2. Untuk mencapai tempat ini butuh perjuangan yg cukup luar biasa karena harus naik tinggi banget. Tapi setelah itu kita bisa menikmati suatu ciptaan Allah yg luar biasa.
di Curug 2,Bogor


Kalau ga salah tanggal 24 Agustus 2012, Jaulah ke rumah ka Resti dalam rangka Idul Fitri juga.
Yang datang kesana sebagian besar adalah angkatan atas. Hehehe. Yang 2011 yang datang Cuma aku, Liana, Ofi, Icha, dan Rizki. Emang agak ngerasa garing sih, untung senior-seniornya baik-baik.

Iqtishodi, karena kita bersaudara
Bersaudara itu saling memiliki
Bahu membahu meringankan beban satu sama lain
Bersaudara itu, mau merasakan apa yang dirasakan saudaranya
Ada disaat suka dan duka
Bersaudara itu tidak membiarkan saudaranya berjuang sendirian

SMS ini adalah sms yang bikin aku sering ngerasa bersalah karena ga bisa bantu apa-apa di Iqti.
Mungkin aku ga selalu ada untuk iqti, bahkan mungkin lebih banyak menghilang
Mungkin ga banyak kerja nyata yang aku berikan
Tapi memang hanya itu yang aku bisa perbuat insya Allah dengan ikhlas. Mungkin bukan ikhlas tingkat dewa, tapi setidaknya aku melakukannya dengan kesadaran diri dan berharap menghasilkan suatu manfaat bagi yang merasakannya.

Sesungguhnya amanah tidak membutuhkan kita, tapi kita yang membutuhkan amanah. Belajarlah untuk menikmati manisnya amanah. Karena dibalik amanah tersimpan kejutan besar dari Sang Khalik, secara tidak sadar, mau tidak mau sebenarnya masing-masing orang pernah, bahkan sering merasakan amanah dalam hidupnya. Karena amanah itulah yang membuat seseorang menjadi dewasa dan bertanggung jawab.

Terima kasih untuk segala hal yang udah Iqti kasih slama ini. Semoga Allah meridhoi apa yang telah kita lakukan bersama slama ini.

Iqti mungkin ga sempurna, tapi ukhuwah yang terjalin menjadikan Iqti sesuatu yang sempurna memberikan aku pengalaman hidup ^_^

Thank’s for everything
IQTISHODI karena kita bersaudara

Rabu, 09 Januari 2013

Iqtishodi-LC ku

Wah ga berasa ya, ternyata aku bisa keluar dari “kotak aman” ku.  Aku ikut organisasi, dan ga nanggung, organisasi pertama dalam hidupku adalah sebuah Lembaga Dakwah Kampus FE UNJ dengan nama BSO Al  Iqtishodi.

Heloooo seorang Zelinda jadi aktivis dakwah? Ngerti dakwah juga enggak. Tertarik juga enggak. Penampilan dan kelakuan? Apa lagi. Jauh banget dari standar aktivis dakwah.
Trus masalah buat lo? Pasti enggak kan. Hidup hidup gue kok lo yg repot. Hahaha #gaya nyolot.
Hahaha tenang aku ga pernah bilang begitu kok. Karena semua pertanyaan itu hanya ada di otakku. :P

Ya begitulah yang aku fikirkan di awal, bahkan sampai sekarang. Ga nyangka aku bener-bener nekat untuk ikut organisasi ini. Walaupun tanpa sepengetahuan Bapak. Kalau Bapak tau bisa bahaya nih. Hehehe

Cerita sedikit ya kenapa bisa bahaya kalau sampe Bapak tau.
Aku anak bungsu dari 5 bersaudara, dan perempuan pula. Punya 3 kakak laki-laku dan seorang kakak perempuan. Bapak emang sayang banget sama anak-anak perempuannya, terutama kakakku karena dia adalah sosok yang dibilang hampir sempurna. Intinya Bapak kasih dia kepercayaan penuh dalam hidupnya di masa remajanya. Tapi sayang di akhir masa remajanya, dia bikin bapak marah dan sangat kecewa. Aku ga ngerti apa yang terjadi karena waktu itu aku masih SD dan menurutku (sepengetahuan ku tentang masalah yang dihadapi) itu bukan masalah yang besar.
Bapak ga mau, aku melakukan dan mengalami hal yang sama. Oleh karena itu, sejak saat itu bapak yang udah protective terhadap anak perempuannya jadi semakin over protective. Semua yang aku lakukan dalam pengawasan Bapak. Bahkan waktu aku beberapa hari pulang sekolah telat karena harus latihan nari di sekolah untuk persiapan ujian praktek, dia ga percaya dan diam-diam datang ke sekolah untuk liat. Waktu aku buka puasa bersama sama teman-teman, dia kirim anak buahnya untuk pastiin. Dan masih banyak lagi hal-hal konyol yang Bapak lakuin untuk mengawasi aku.
Aku tau jelas alasannya, jadi udah terbiasa deh dari SMP digituin. Selain itu, Bapak juga ga mau sekolah aku terganggu dengan hal-hal yang dirasa ga penting. Bapak Cuma mau, aku focus sekolah.
Sampai sekarang di akhir masa kepengurusan di Iqti, Bapak belum tau. Hehehe. Aku emang ga pernah cerita karena kalau Bapak sampe tau kalau aku sering pulang malem dan melebihi batas maksimal (jam 18.00) , sering pergi camping, dan pernah bolos kuliah karena urusan organisasi bisa-bisa nyewa body guard untuk ngawasin. (Hehehe lebay banget).
Intinya, kalau Bapak sampai tau aku ikut organisasi bisa semakin over protective, bisa nyamperin pengurus iqti yang lain, bahkan yang lebih serem adalah kehilangan kepercayaan dari Bapak.
Oke cukup sekian cerita tentang Bapak.

Inilah LC…
Seperti yang udah aku certain di note sebelumnya, aku di terima di departemen Learning Centre /LC. Dipimpin oleh seorang Kepala Departemen bernama ka Ervina Maulida, biasa dipanggil ka Vina, yang juga menjadi seorang Mapres UNJ. Huiiihh prok prok prok… bangga banget deh di pimpin sama seorang ka Vina. Aku kenal ka Vina pertama kali waktu FGD. Waktu itu mentorku ga dating dan akhirnya digabung sama kelompoknya ka Vina. Dan pertemuan pertama itu aku langsung suka sama ka Vina, suka dengan semua yang dia lakukan. Diam-diam aku cari tau tentang ka Vina. Dan dengan izin Allah ternyata pilihan departemen pertamaku di pimpin sama ka Vina. Waaah rasanya tuh luar biasa.
Pertemuan pertama LC, waktu itu hari Jumat, aku lupa tanggal berapa. Ka Vina sms untuk ngadain ta’aruf (perkenalan) semua anggota LC jam 16.00 di Meni. Hari itu aku sebenarnya ga ada kuliah. Aku berangkat jam 2 dari rumah. Pas berangkat, cuaca agak mendung dan pas sampai di Buaran ternyata hujan derassss banget dan aku ga bawa payung. Aku neduh dan pas neduh aku berpikir “Balik lagi aja ke rumah kali ya, dari pada hujan-hujanan sakit. Belum lagi kayaknya bakal telat deh” tapi di sisi lain aku berpikir “Masa aku ga ikut kenalan sama orang-orang yang bakal bekerja sama sama aku kurang lebih slama 10 bulan. Ga lucu banget. Sayang kan, ini adalah momen pertama yang seharusnya jadi special”. Akhirnya aku paksain diri untuk jalan mencari metromini 47 ke pertigaan jalan dan pergi ke kampus. Sampai di Meni tepat pukul 16.00  dan sms mencari keberadaan ka Vina. Pertemuan itu dimulai sekitar pukul 16.30 di selasar Meni dengan ‘hijab’ diantara laki-laki dan perempuan.
LC terdiri dari orang-orang yang luar biasa menurut aku. Sampai sekarang aku berpikir, kayaknya aku salah masuk deh, jauh banget perbedaannya. Aku yang bukan apa-apa dan siapa-siapa, menjadi satu kelompok dengan orang luar biasa seperti  mereka.

Ka Vina, aku udah sempat bikin tulisan khusu ka Vina di blog ini dengan judul She is My Boss. Baca aja ya… Selain itu ka Vina juga jadi mentor baru aku lho. Wah subhanallah sekali. Dulu aku pernah berharap bisa jadi mentee nya ka Vina, dan Subhanallah, Allah kabulkan lho. ^_^

Ka Resti, kakak yang tangguuuh banget, keren deh. Walaupun rumahnya nun jauh disana, kuliah pulang malam (karena kelas non reg) tapi tetap bisa total di organisasi, dan selalu menciptakan ide-ide brilian ketika kami (yg angkatan 2011) ga punya ide apa-apa. Menurutku, ka Resti adalah orang yang bisa dijadikan sebagai pengganti ka Vina ketika sedang sibuk :P Kalau untuk cerita tentang masalah di LC, aku lebih suka cerita ke ka Resti karena …………………………… kenapa ya?! Ga tau deh. Intinya ngerasa lebih nyaman aja. Walaupun katanya ka resti, aku masih agak tertutup (tertutup apanya coba). Ka Resti slalu ada untuk LC dan Iqtishodi.

Ka Jane, kakak yang satu ini hampir kebalikan aku banget deh. Dia suka pink, aku paling ga suka warna pink; dia terlihat selalu ceria, aku selalu terlihat murung; dia suka keramaian, aku ga suka suasana ramai; dsb. Tapi dari kebalikan itu, aku belajar banyak hal dari ka Jane, aku belajar untuk ceria, senang bergaul, berani, dan masih banyak lagi. Di masa sepertiga akhir kepengurusan, aku ngerasa kehilangan sosok ka Jane, entah kenapa. Mungkin karena LC udah ga pernah kumpul dan jaraaaaaaang banget ketemu ka Jane. Sekalinya ketemu paling Cuma say hello aja.

Itu tadi dari angkatan atas, sekarang dari yang seangkatan.
Di LC ada juga Icha (Raizsa) dan Ganjar. Emm mereka orang yang seru dan asik. Tapi sayangnya kita jaraaaaang banget kumpul. Icha karena dia ikut EC dan juga rumahnya jauh. Ganjar, aku kurang tau pastinya juga, tapi setau ku, dia punya alasan yang syar’i.

Yang laki lakinya…
Arrijal, wow adalah kata pertama yang terlintas di pikiran ketika tau apa aja yang sedang dia kerjakan. Arrijal ikut 3 organisasi lho (Iqti, KSEI, dan HMJM) dan dia bertekad untuk tetap istiqomah di ketiganya. Kereeeen. Kontribusi yang dia berikan juga terlihat lho di ketiga organisasi itu. Awalnya aku berpikir Arrijal adalah seorang ‘ikhwan’ yang kaku, eeh ternyata aku salah besar. Arrijal adalah orang yang bikin suasana di LC yang beku jadi cair. Dia sering bercanda, dan dia juga yang kasih julukan ‘Boss’ ke ka Vina. Dia adalah salah satu ikhwan yang selalu ada untuk LC dan Iqti. Tapi sejak masuk semester 3 ini aku ngerasa jadi agak kehilangan sosoknya. Mungkin karena dia kelas non reg yang sering masuk sore sedangkan aku masuk pagi dan pulang siang terus. Jadi jarang ketemu dan mungkin dia juga punya urusan lain yang aku ga tau. Hehehe.

Rizki Ramadhan, emmmmmmmmmmm bingung mulai dari mana. Hahaha. Dari nama deh ya. Dia sering dipanggil Madon sama teman-teman, tapi aku ga suka dengan panggilan itu. Ngerasa kasihan aja sama orang tuanya yang udah kasih nama bagus-bagus tapi dipanggilnya begitu. Hahaha. Aku lebih suka panggil dia Rizki. Walaupun beberapa temanku bingung dan ngerasa aneh kalau aku panggil Rizki, tapi bodo amatlah.hahaha
Awalnya aku ga dekat sama sekali ke dia, tau tapi ga mau tau dan ga mau kenal. (^_^)v Dia juga termasuk orang yang menurutku awalnya terlihat seperti Arrijal tapi yang ini agak nyebelin.
Allah punya rencana lain. Allah mendekatkan kami lewat kegiatan Iqtishodi Fair yang memiliki rangkaian acara yang panjang dimana dia jadi Ketua Pelaksana dan aku jadi Sekretarisnya. Oh my God… awalnya ngerasa kurang beruntung karena : pertama, kenapa mesti jadi sekretaris untuk acara yang penting begini, dan kedua kenapa mesti dia ketuanya??? Hahahaha
Sebelumnya, sebenarnya aku dan dia jadi PJ untuk proker KADO(Kajian Delivery Order) tapi ga pernah ada koordinasi sama sekali. Eeh tiba-tiba harus jadi partner di acara yg rangkaiannya selama beberapa bulan ini. Hadoooooh bingung banget deh awalnya.
Tapi untungnya dia orangnya asik walaupun kadang nge-bosy. Dari kegiatan itu aku tau kalo dia kadang kayak anak kecil tapi kadang juga dewasa. Dia juga lumayan bertanggung jawab (Cuma lumayan ya. Hahaha). Kita juga sering berantem-beranteman, nyolot-nyolotan, dll, tapi itu semua Cuma lucu-lucuan aja sih. Hehehe.
Satu hal yang aku salut dari dia karena dia bisa pisahin urusan pribadi dan urusan organisasi ini, walaupun sebenarnya aku ga tau, dia tau atau ga kalo aku terlibat di salah satu masalah pribadinya itu. Hohoho. Dia tau atau pun ga, yang penting itu urusan pribadi dia dan orang lain dan aku Cuma kebetulan aja terlibat di dalamnya, dan itu bukan urusan saya. Hahaha.
Oiya dia juga selalu ada untuk Iqti sampai akhir masa kepengurusan, walaupun dia adalah satu-satunya ikhwan yang bertahan di camping terakhir (PMW). Wkwkwk

Next ada Ozi dan Irvan.
Mereka berdua adalah orang-orang yang masuk LC setelah beberapa minggu staffing. Aku kenal Ozi dari semester 1 karena sekelas. Awalnya senang karena paling ga di LC ada orang yang benar-benar aku kenal. Ozi dan Irvan, mereka hampir mirip, masuk di tengah masa kepengurusan, muncul di beberapa agenda, setelah itu menghilang. Aku ga tau dang a ngerti kenapa begitu. Tapi ya sudahlah.

Ya inilah pejuang LC yang IDEAL ^_^
Istiqomah
Dedikasi
Amanah
Loyal

Aku emang bukan orang yang romantis dan pandai untuk merangkaikan kata kata, tapi inilah aku. Mungkin ini adalah sms yang bisa mewakili sebagian perasaan aku. Sms ini dari ka Vina sewaktu baru pulang Muker.
Untukmu IDEAL…
Silaturahmi dalam bingkai akidah menjadikan kita lebih indah dalam bersahabat, lebih arif ketika marah, lebih bijak ketika kecewa, lebih memaafkan ketika terluka, lebih bersyukur ketika bahagia. Terima kasih untuk setiap uluran tangan persaudaraan dan kehadirannya dalam jalan juang ini. Semoga Allah jadikan kita senantiasa bersama, bertemu ataupun berpisah karenaNya. Menuju keridhoanNya. aamiin

Masih ada cerita lagi di Iqtishodi. Di tunggu ya…

Selasa, 18 Desember 2012

IQTISHODI Awal Ceritaku


Ga ada niat mendalam untuk berada dalam organisasi. Hanya berawal dari keinginan mamah supaya aku bisa berada dalam lingkungan pergaulan yang baik, berada dalam lingkungan yang agamis, berharap agar aku kelak bisa menjadi orang yang tidak akan pernah menyesal dengan masa mudaku.
Ga ada alasan untuk tidak memenuhi keinginan mama tersebut.Karena aku belum bisa memberi apa-apa, dan belum bisa berbuat apa-apa selain melakukan apa yang menjadi keinginannya terhadapku.

Ga ada alasan lain selain mamah.

Aku bukanlah orang yang baik dalam segi sosial, bahkan bisa dikatakan sangat buruk. Dan semua semakin buruk ketika aku menginjakkan kaki di bangku sekolah. Aku ga bisa menyesuaikan diri dengan teman-temanku. Aku mendapat beberapa teman karena mamah yang PDKT dengan mereka.
Aku juga bukanlah seorang siswa yang aktif, belum pernah seumur hidupku mengikuti organisasi di sekolah. Aku selalu menganggap hal itu akan mengganggu sekolahku, selain itu hal itu hanya akan membuang-buang waktuku.

Belum lagi, Bapak yang terlalu over protective sehingga aku ga bebas untuk melakukan berbagai hal.

Karena alasan itulah awalnya aku sempat ragu untuk berusaha “melamar” masuk ke dalam organisasi agamis. Tapi hanya terngiang kalimat yang mamah ucapkan untuk aku yang bisa meyakinkan aku untuk mencobanya.

Awalnya…
Sekitar akhir Januari, aku membaca open recruitment organisasi agamis ini di kampus, yaitu BSO Al IQTISHODI. Aku membacanya melalui postingan FB dari seorang senior tentang oprec itu. Tanpa ada yang tau (awalnya) aku mendaftar ke IQTI (sebutan akrab untuk Iqtishodi) melalui SMS.

Sambutan hangat kudapatkan dari seseorang di seberang sana yang membalas smsku, yang akhirnya ku ketahui ia adalah ketua/Mas’ul dari organisasi ini, Ka Leo. Awalnya aku hanya memilih LC (Karena tertarik dengan proker MAGENTA). Tapi ternyata, kata ka Leo harus pilih 2, jadi yang 1 lagi, aku pilih Biro muslimah (biar bisa belajar jadi wanita normal #ups).

Ternyata ada tes wawancaranya juga untuk masuk Iqti. Sebenernya sih itu bukan wawancara, Cuma bincang-bincang aja kalo menurutku. Aku inget banget, waktu itu yang wawancarain aku adalah ka Desi Ayu. Ka Desi adalah orang pertama yang membuat aku merasa nyaman di lingkungan itu. Ia bisa paham dengan baik apa yang aku sampaikan. Aku nyaman sehingga aku bisa sampaikan dengan jujur apa alas an aku masuk Iqti. Kalau sebagian besar teman-teman yang lain kasih alas an masuk Iqti karena Allah, karena ingin memperdalam ilmu agama, dan sejenisnya, kalau aku ga bisa bohong. Aku bilang, aku masuk Iqti karena mama, iya karena mama. Mungkin terdengar aneh, tapi itulah yang sejujurnya.

Sebenarnya dihari wawancara itu, aku juga mengalami hal yang tidakmenyenangkan mengenai organisasi lain yang ingin ku coba (ket : ditolak untuk berwawancara di organisasi itu)  sehingga berharap dengan jawaban-jawaban jujur yang aku berikan ke ka Desi, membuat aku juga di tolak di Iqti. Oya di hari wawancara ini juga, barulah teman-temanku tau kalau aku daftar di Iqti.

Singkat cerita, beberapa hari kemudian teman-temanku udah dapat sms dari Ka. Dep/Bir Iqti bahwa mereka diterima di Iqtishodi di Departemen atau Biro yang mereka inginkan. Dan pada saat itu, aku belum menerima sms apapun. Hati kecilku berharap agar aku ga diterima di Iqti. Hehehe. Teman-teman yang lain udah mulai ribet nanya “Zel kamu diterima di mana?” dan dengan ringan aku jawab “ditolak”. Mereka pun ga dengan mudah percaya, tapi aku ga peduli.

Allah berkehendak lain.
Sabtu, 3 Maret 2012 pukul 21.34, HP ku berbunyi, terlihat sms dari nomor yang tidak ku kenal. SMS itu berbunyi :
Bersama artinya bersaudara, bersaudara artinya berjuang,
Siapkah hati, jiwa, raga, dan harta kita untuk bersaudara?
Siapkah mata, telinga, lisan dan tangan kita untuk bersaudara?

Kesulitan, kerepotan, rasa sakit, semua yang nanti ada dalam kebersamaan perjuangan..
Imani ini..

Ahlan wa sahlan..
Selamat bergabung dalam barisan pejuang tangguh LEARNING CENTER BSO AL IQTISHODI 2012-2013

^Sesungguhnya orang terbaik yang kamu pekerjakan adalah orang yang kuat lagi amanah^ (QS Al Qashas : 26)

-Tidak ada iman orang yang tidak punya amana, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya- (HR Ahmad No 12787)

Siapkah berjuang bersama kami?

Ervina Maulida
Kepala Departemen Learning Center

SMS itu bikin aku kaget, sedih, dan senang. Semua campur aduh deh rasanya. Kaget karena berpikir, bagaimana mereka bisa menerima aku yang ga punya alasan kuat untuk masuk Iqti selain karena mama dan penampilan aku yang urakan (jika dibandingkan dengan mereka). Sedih karena merasa akan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan lainnya yang akan terkuras dengan proker yang akan kami jalankan, yang biasanya hal itu pasti akan aku gunakan hanya untuk belajar dan bermain. Senang karena, setidaknya aku bisa mengabulkan harapan kecil mamah.

SMS itu juga bikin aku tersadar, akan amanah dan tanggung jawab yang akan aku emban minimal 10 bulan kedepan.

Cerita berikutnya adalah hal yang terjadi selama masa kepengurusan itu. Di tunggu yaaa…
Terima kasih ^_^

Asa, Sesal, dan Semangat


Bukan bidadari yang selalu menebar kebahagiaan
Bukan batu karang yang kokoh hadapi deburan ombak
Bukan pula Muhammad yang berikan kebaikkan dan manfaat bagi setiap insan di dunia

Banyak luka yang telah ditorehkan
Terlalu lemah untuk hadapi semua cobaan
Hanya berharap bisa hentikan keputus asaan diri

Tapi…
Masih ada semangat dalan diri,
Walau tak terlihat, Walau tanpa pengakuan
Untuk perbaiki diri dari semua kesalahan yang terlanjur dibuat
Untuk sembuhkan semua luka hati


Tulisan ini aku buat sewaktu aku lagi merasa tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak ada seorang pun yang memahaminya. Merasa bahwa tak ada yang pernah bisa merasakan apa yang aku rasakan. 

Tulisan ini juga aku kirim untuk lomba lho. Walaupun ga menang (karena emang ga berharap untuk menang), aku tetap senang karena sekarang aku udah mulai bisa mengontrol emosiku untuk melampiaskannya ke arah yang lebih berguna. ^_^